User Rating: 5 / 5

Star activeStar activeStar activeStar activeStar active
 

 

 Mengapa Obat Seperti Parasetamol Bisa Rusak Ginjal?

Sejumlah obat diketahui dapat merusak ginjal. Seperti misalnya aminoglikosid, AINS (Anti Inflamasi Non-Steroid), zat kontras radiografi, analgetik (obat penghilang rasa sakit) seperti Parasetamol dan beberapa jamu pegal linu dan rematik. Lantas, seberapa besar bahayanya pada ginjal?

Menjawab hal tersebut, Konsultan ginjal dan hipertensi dari PAPDI (Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia), dr Tunggul D Situmorang, SpPD-KGH mengatakan, obat-obatan dapat memicu reaksi intraseluler yang mengakibatkan peningkatan permeabilitas membran sel terhadap air.

 "Tiap obat berbeda reaksinya tergantung grade dari obat itu sendiri. Bila sering dikonsumsi akan memicu reaksi intraseluler yang dapat menyebabkan pembentukan kristal atau reaksi imunologis yang menjadikan toksik pada ginjal.

Meski begitu, tidak serta-merta obat seperti Parasetamol yang memiliki grade rendah langsung merusak ginjal saat dikonsumsi. "Penyakit ginjal bukan terjadi karena sekali dua kali mengonsumsi Parasetamol. Jadi jangan ketakutan. Beda halnya dengan masyarakat Australia yang sudah menjadi budaya disana," ujarnya, ditulis Selasa (9/2/2016).

Yang terpenting, kata dia, minum sewajarnya dan menghindari makanan serba instan yang memberikan beban pada ginjal yang fungsinya sebagai filtrasi racun tubuh. "Semua yang instan memang perlu dipertanyakan. Walaupun belum ada penelitian pasti, tapi harus dibatasi," ucapnya.

Berita lanjutan,.

Terlalu sering memberikan obat parasetamol menempatkan seorang anak pada masalah kesehatan yang lebih serius di kemudian hari, kata spesialis anak dari University College London.

Tanpa orangtua sadari, mengobati demam ringan menggunakan parasetamol bisa berakibat pada risiko yang lebih besar mengembangkan asma, ginjal, jantung, dan meningkatkan risiko kerusakan hati.

Alastair Sutcliffe, peneliti dari universitas tersebut menjelaskan, penggunaan parasetamol berlebih telah terbukti dapat meningkatkan risiko-risiko yang disebutkan tadi.

Maka itu, Backing Sutcliffe dari Royal Pharmaceutical Society (RPS) mengimbau agar para orangtua lebih cerdik dan lebih tahu kapan harus memberikan anak obat berbasis parasetamol.

Ketika mendeteksi demam, orangtua juga diminta untuk tidak mengandalkan termometer saja yang mungkin tidak akurat. Perhatikan juga kondisi tubuhnya, apakah lesu atau tidak.

Dokter anak Ellie Cannon menyarankan orangtua mengobati demam anak dengan menjaga mereka terhindar dari dehidrasi dan memberi obat penghilang rasa sakit jika anak merasa tidak nyaman dan tertekan.

Pustaka

Hasibuan, Rusli. “Parasetamol Tak Seaman yang Dikira.” http://www.untukku.com/artikel-untukku/parasetamol-tak-seaman-yang-dikira-untukku.html (diakses tanggal 6 Juli 2011)

 

Sunanda, Ade. “Bahaya Penggunaan Parasetamol.” http://obatherbal.adesunandar.com/2011/03/bahaya-penggunaan-parasetamol/ (diakses tanggal 6 Juli 2011)

Tahitian, Noni Jush. “Dampak Negatif Parasetamol Bagi Kesehatan.”

http://idid.facebook.com/note.php?note_id=192108297478117 (diakses tanggal 6 Juli 2011)

 


 

 

 

Mars Poltekkkes

adultpornmovie pornminutes xxxndx sluttyteensex xxxvideotuber hollyporno thebestpornsite porntrixx hotmomteenxxx freexvideotubes fastmobiporn sextubesvideos toutpornoxxx sexmagxxx sextresxxx moviesporno realpornfilms.com duvporno.org pornovidio pornholo sponsor hotporntub.info

video

Cara Memasukkan Playlist Lagu Pada Dokumen HTML

 

?>